Seorang Napi di Cirebon Bunuh Rekannya karena Cemburu

Seorang Napi di Cirebon Bunuh Rekannya karena Cemburu

CIREBON, - Nyawa HW (32), seorang narapidana dari Lembaga Pemasyarakatan Khusus Narkotika (Lapas Sustik) Gintung, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, tidak bisa tertolong, Jumat (16/12/2016).

Dia dikabarkan meninggal dunia ketika dalam perjalanan menuju rumah sakit. HW menghembuskan nafas terakhir dengan keadaan luka tusuk di bagian dada.

Kapolres Cirebon AKBP Risto Samodra menjelaskan, HW, napi yang berasal Pamoyanan, Cianjur, terlibat perkelahian dengan narapidana AP yang berasal Cibubur, Jakarta Selatan.

AP tiba-tiba mendatangi HW yg sedang memasak air. AP segera memamerkan buku punya HW yg terdapat catatan nomor telepon seluler, alamat email, dan akun media sosial Facebook istri AP.

“Dengan nada emosi, AP segera memukul korban, dan selanjutnya mengambil pisau dari dalam kardus punya AP, kemudian menusukkan pisau ke bagian dada sebanyak beberapa kali hingga korban roboh, dan ditolong penghuni kamar lain,” kata Risto.

Diduga pelaku terbakar api cemburu setelah mengetahui korban tidak jarang chatting dan Facebook-an dengan istrinya.

Petugas lapas bersama Kepolisian Resor Cirebon segera mengamankan pelaku. Tak cuma itu, petugas kepolisian juga membawa sejumlah tahanan yg diduga mengetahui kejadian tersebut bagi dimintai keterangan.

Iskandar, kepala Lapas Sustik Narkotika Gintung Cirebon menyampaikan pihaknya masih memeriksa sejumlah penghuni lapas yang lain serta petugas yg berjaga di lokasi. Dirinya juga masih mencari tahu yang berasal senjata tajam yg didapat dan hingga digunakan pelaku.

“Kita memang dalam security system tak ada yg sempurna. Di samping itu, kalian sadari sangat terbatas, sehingga hal-hal tersebut mampu luput. Tapi kita selidiki dan langsung tangani,” kata Iskandar di hadapan sejumlah awak media.

Untuk mengantisipasi adanya gejolak pasca-perkelahian, sejumlah petugas kepolisian masih disiagakan berjaga sekitar di area lapas.

Polisi juga masih menunggu hasil visum dari RSUD Arjawinangun, sekaligus mengumpulkan sejumlah informasi saksi di lokasi.


Source : regional.kompas.com