- Minggu ini, presiden terpilih Amerika Serikat menggelar rapat dengan sejumlah petinggi perusahaan teknologi Silicon Valley.
Nama-nama beken seperti Tim Cook (CEO Apple), Larry Page (CEO Alphabet), Satya Nadella (CEO Microsoft), dan Elon Musk (CEO Tesla) termasuk dalam daftar undangan.
Baca: Bos Teknologi dan Donald Trump, Dulu Saling Sindir Kini Saling Puji
Tapi ada sesuatu orang yg tidak diajak bertemu, yakni CEO Twitter Jack Dorsey. Dia pun tak diwakili oleh representatif yang lain dari Twitter. Mengapa begitu?
Muncul dugaan bahwa Trump sengaja tak mengundang Twitter lantaran layanan microblogging itu menolak permintaannya bagi membuat emoji #CrookedHillary pada masa kampanye.
#CrookedHillary adalah sebutan yg dipakai tim kampanye Trump buat menjelek-jelekkan lawan dari Partai Demokrat, Hillary Clinton, dengan menggambarkannya sebagai politisi korup.
Emoji dimaksud rencananya mulai berupa gambar Clinton sedang menggondol sekarung duit. Konon tim kampanye Trump menyiapkan iming-iming uang 5 juta dollar AS (Rp 67 miliar) supaya Twitter mau membuatnya, tetapi toh tetap ditolak.
Penciptaan emoji sebenarnya diatur dalam standar global Unicode Consortium. Namun, platform seperti Twitter mampu membuat emoji sendiri buat digunakan secara khusus di layanannya.
Custom emoji semacam ini disebut sebagai “hashflags” dan mulai muncul mengikuti penulisan hashtag tertentu, seperti #CrookedHillary di atas.
Di sisi lain, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari ArsTechnica, Jumat (16/12/2016), pihak Trump menyampaikan bahwa Twitter sengaja tak diundang lantaran dinilai “terlalu kecil” dari segi nilai pasar.
Twitter diketahui memiliki nilai pasar sebesar 13,85 miliar dollar AS. Sementara, Tesla, perusahaan terkecil dalam meeting Trump, bernilai 31,92 miliar dollar AS.
Baca: Donald Trump Gelar Konferensi Teknologi, Siapa yg Mau Hadir?
Source : tekno.kompas.com