Peta Panduan Penyelamatan Lahan Gambut Mulai Disusun

Peta Panduan Penyelamatan Lahan Gambut Mulai Disusun

YOGYAKARTA, - Badan Restorasi Gambut mengandeng tim ahli Universitas Gadjah Mada buat membuat peta panduan penyelamatan lahan gambut.

Peta ini diharapkan selesai pada awal tahun 2017 dan mulai menjadi panduan teknis buat tujuh Provinsi guna mencegah risiko kebakaran.

Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Dwikorita Karnawati mengatakan, peta yg dibuat oleh para ahli dari UGM ini memakai skala 1:20.000.

"Peta ini mulai memetakan daerah di sekitar lahan gambut yg memiliki sumber cadangan air," kata Dwikorita dalam informasi pers, Jumat (9/12/2016).

Peta tersebut mulai menjadi panduan teknis buat tujuh provinsi yg memiliki lahan gambut guna mencegah risiko kebakaran pada ketika musim kemarau.

Selain membuat peta, UGM juga mulai melakukan restorasi lewat pemanfaatan kesatuan hidrologi gambut.

Pulau Padang di Provinsi Riau dipilih sebagai model pengembangan kesatuan hidrologi gambut mencegah kebakaran lahan.

Hampir segala bagian di pulau kecil tersebut berupa lahan gambut dan rentan terhadap bencana kebakaran dua tahun terakhir.

Tim dari UGM juga menyiapkan data geospasial buat restorasi hidrologi. Sebelumnya, UGM juga dilibatkan dalam penyediaan peta kontur resolusi tinggi. Peta ini diturunkan dari hasil pemotretan full-coverage LiDAR seluas 110,000 hektar sebagai panduan dalam restorasi hidrologi.

Model kesatuan hidrologi gambut ini diharapkan bisa meletakkan dasar-dasar yg kuat buat penyusunan panduan restorasi lahan gambut. Tujuannya dapat menyusun strategi yg efektif dan mengintegrasikan keterlibatan berbagai pihak, terutama pihak lokal dalam sebuah gerakan masyarakat restorasi dan pelestarian lahan gambut.

"Kita melakukan restorasi gambut dari sumber penyebabnya kemudian dilanjutkan dengan aspek sosialnya," kata Dwikora.

Sementara itu, Kepala Badan Restorasi Gambut Nazir Foead menyebutkan, ada 14 juta hektar lahan gambut yg ada di 17 provinsi.

Saat ini Badan Restorasi Gambut memfokuskan membenahi sekitar 13 juta hektar di tujuh provinsi.

"Presiden meminta fokus di tujuh provinsi. Dari 13 juta itu, yg masih utuh atau masih bagus berupa hutan prmier tak sampai 6 juta hektar," kata dia.

Hingga 2020, ditargetkan ada 2,4 juta lahan gambut yg telah direstorasi. Dalam jangka pendek, mulai dikerjakan tindakan restorasi lahan gambut dengan memafaatkan sumber air di sekitarnya.

"Untuk melakukan restorasi kalian menunggu hasil kajian pemetaan berupa peta gesspasil lahan gambut yg tengah disusun oleh UGM," kata dia.


Source : regional.kompas.com