JAKARTA, Kelainan kulit psoriasis yaitu penyakit peradangan kronis dan bersifat autoimun. Penderita penyakit ini disarankan menjalankan hidup sehat dan menjaga berat badan tetap stabil buat mencegah komplikasi.
Obesitas tidak cuma meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, tapi juga memperburuk penyakit psoriasis itu sendiri.
"Pasien psoriasis yg obesitas, efeknya mulai tak baik, merupakan pengaruh ke derajat keparahan dan terhadap efektivitas terapi," kata Dr. Zairida Noor, Ms, SpGK dalam simposium Kepedulian Psoriasis di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Sabtu (26/11/2016).
Zairida menjelaskan, jaringan lemak adiposit yg berlebih ketika kegemukan mampu menyebabkan peradangan. Jika pasien mengalami obesitas, maka peradangan pada kulit pun mampu menjadi lebih parah. Akhirnya, pengobatan yg dijalani sulit buat mengatasi psoriasis.
Untuk itu, pasien psoriasis harus mengatasi kegemukan demi mengoptimalkan terapi psoriasis. Zairida mengungkapkan, dalam sebuah penelitian yg pernah dilakukan, mengatasi obesitas terbukti turut meringankan gejala psoriasis.
Menurut Zairida, diet yg dikerjakan buat menangani obesitas tidak perlu bermacam-macam. Cukup dengan menerapkan pola makan bergizi seimbang. Mulailah dengan mengurangi gula garam, dan lemak. Kemudian, perbanyak konsumsi sayur dengan 3-4 porsi sehari dan ditambah makan buah setiap hari.
"Pasien obesitas harus ditangani. Yang belum obesitas harus dicegah. Jadi sekalipun belum obesitas tetap harus diatur dietnya dengan gizi seimbang," tegas Zairida.
Tak cuma diet, mengatasi persoalan kegemukan juga harus diikuti dengan aktivitas fisik. Zairida menuturkan, aktivitas fisik sangat baik dikerjakan pada pagi hari setelah bangun tidur. Sebab, aktivitas fisik di pagi hari mampu meningkatkan metabolisme tubuh. "Kalau metabolismenya lambat, mulai berhubungan segera dengan pembentukan jaringan adiposit tadi," ujarnya.
Source : health.kompas.com