JAKARTA, - Kanker serviks yg disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV) yaitu satu-satunya kanker yg mampu dicegah dengan vaksinasi. Vaksin HPV itu terbukti mencegah kanker serviks dan macam kanker lainnya yg disebabkan virus tersebut.
Pemerintah merencanakan vaksin HPV masuk dalam program imunisasi nasional bagi siswi perempuan kelas V (dosis pertama) dan VI (dosis kedua) SD/MI dan sederajat. Ini artinya, vaksin HPV ingin dimasukkan dalan program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Oscar Primadi dalam informasi tertulisnya mengungkapkan, kegiatan imunisasi HPV melalui program BIAS ini dimulai dari siswi kelas V SD di Jakarta.
DKI Jakarta menjadi wilayah percontohan karena masalah kanker serviks cukup tinggi dan provinsi ini dianggap sudah bersiap melangsungkan imunisasi HPV.
"Pelaksanaan imunisasi HPV dalam Kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di DKI Jakarta telah mendapatkan rekomendasi dari Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (Indonesian Technical Advisory Group on Immunization)," kata Oscar.
Pemberian dosis pertama, yakni pada siswi kelas V SD dikerjakan pada Oktober 2016. Setelah di Jakarta, pemberian vaksin HPV juga mulai dilanjutkan di beberapa kabupaten di provinsi Yogyakarta, merupakan Kabupaten Kulon Progo dan Gunung Kidul pada tahun depan.
Sangat disayangkan beredar isu vaksin HPV yg diberikan kepada siswi SD di Jakarta mulai menyebabkan menopause dini hingga kemandulan. Informasi salah tersebut mampu membuat para orangtua khawatir dan langkah pencegahan kanker serviks malah terhambat.
Padahal, HPV sangat bermanfaat bagi mencegah anak-anak tersebut terkena kanker serviks ketika dewasa nanti.
Sebelumnya, Ketua Umum Indonesian Working Group on HPV, Prof DR dr Andrijono, SpOG (K) berharap, vaksin HPV nantinya mampu masuk dalam program BIAS.
Pemberian vaksin pada anak usia 9-12 tahun dianggap lebih efektif karena antibodi atau kekebalan terhadap virus HPV lebih optimal.
Vaksin HPV mendapatkan izin edar pertama kali sejak 2006. Sejak itu, telah lebih dari 200 juta dosis vaksin yg digunakan di semua dunia. Sejauh ini pun tak pernah ada persoalan keamanan dalam pemakaian vaksin HPV.
Sejumlah negara sudah memakai vaksin HPV buat menekan perkara kanker serviks. WHO juga sudah merekomendasikan agar vaksin HPV masuk dalam program imunisasi nasional.
Source : health.kompas.com