Bandung, - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil melantik lebih dari 70 pegawai sebagai bagian dari rotasi dan mutasi jabatan di lingkungan Pemerintah Kota Bandung.
Proses pelantikan dikerjakan di gedung serbaguna Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Selasa (3/1/2017) sore.
Semula, pelantikan berjalan tertib. Namun, ketika petugas protokol mengumumkan nama pegawai yg terkena mutasi dan rotasi, para PNS yg duduk di bagian belakang mendadak riuh.
Sesekali mereka bertepuk tangan seusai pembawa acara menyebut nama seorang pegawai yg menduduki jabatan baru.
Melihat keadaan tersebut, Ridwan Kamil pun kesal dan menegur para pegawai yg hadir.
"Mohon yg di belakang tak bicara karena aku sedang pelantikan, tolong dihormati yg di depan," kata Ridwan dengan nada tegas.
Mendapat teguran sang pimpinan, suasana pun segera hening. Ridwan pun melanjutkan sesi pelantikan serta memberikan dua pesan kepada para pegawainya.
Emil, begitu ia disapa, menjelaskan, dalam proses rotasi dan mutasi jabatan, ia memakai tiga instrumen pengukuran, yakni evaluasi pimpinan, evaluasi dari pejabat aparatur sipil negara (ASN) pusat, dan sejumlah pakar dari perguruan tinggi negeri.
Baca juga: Ridwan Kamil Instruksikan Anak Buahnya Jangan Bermain Proyek
Selain itu, ia pun secara diam-diam melakukan survei yg melibatkan para pegawai Pemkot Bandung.
"Ini yg baru, selama beberapa bulan kita melakukan survei kepada anak buah jumlahnya ribuan dan catatannya jadi acuan," ujarnya.
Menurut dia, persepsi pimpinan dari kacamata bawahannya sangat utama dalam menilai kualitas para pejabat di Pemkot Bandung.
"Saya mengingatkan, ukuran kualitas jabatan Bapak Ibu harus mampu memenuhi ekspektasi pimpinan secara keilmiahan dan persepsi positif dari bawahan," ujarnya.
Source : regional.kompas.com