Diduga Terkait Serangan Kelab Malam Istanbul, 2 Warga Asing Ditangkap

Diduga Terkait Serangan Kelab Malam Istanbul, 2 Warga Asing Ditangkap

ISTANBUL, - Kepolisian Turki, Selasa (3/1/2017), menahan beberapa warga negara asing yg dicurigai terkait dengan serangan di kelab malam Reina pada malam tahun baru lalu.

Kedua pria asing itu dihentikan di bagian pemeriksaan di bandara internasional Ataturk, Istanbul sebelum dibawa ke kantor polisi bandara.

Dari kedua orang itu, polisi menyita telepon genggam dan paspor. Sejauh ini belum diperoleh keterangan soal kewarganegaan kedua pria tersebut.

Di hari yg sama, kepolisian Turki juga menangkap enam orang lainnya yg diduga terkait dengan serangan teror itu.

Dengan penangkapan ini maka secara total telah 16 orang ditangkap sejak serangan maut yg menewaskan 39 orang itu terjadi.

Sebelumnya, pada Senin (2/1/2017) kepolisian Turki merilis foto perdana pria yg diduga menjadi pelaku serangan di kelab malam Reina, Istanbul pada malam tahun baru lalu.

Sebelumnya, kepolisian sempat menyebut pelaku yg berusia sekitar 25 tahun itu berasal dari Uzbekistan atau Kyrgyztan.

Meski demikian, polisi juga menyelidiki kemungkinan pelaku serangan berasal dari Xinjiang, China. Selain foto, sejumlah keterangan terkait terduga pelaku akan bermunculan.

Polisi mendapatkan keterangan bahwa terduga pelaku memakai taksi dari distrik Zeytinburu menuju ke distrik Ortakoy, lokasi kelab malam Reina.

Namun, sebelum datang di kelab malam itu, terduga pelaku turun dari taksi karena terjebak kemacetan dulu lintas kemudian berjalan kaki menuju sasarannya.

Berdasarkan rekaman CCTV, pelaku memulai serangannya pada pukul 01.20 dini hari ketika berjalan menuju kelab malam Reina.

Serangan pertamanya mengenai seorang pria dahulu dia kelihatan menembak penjaga keamanan kelab malam yg tidak bersenjata.

Rekaman kedua tercatat pada pukul 01.23 dini hari di dalam kelab malam Reina usai serangan di ketika tidak kelihatan lagi ada orang yg berdiri.

Menurut para pakar yg memeriksa rekaman itu, terduga pelaku yg diyakini yaitu simpatisan ISIS tersebut sangat profesional dan paham cara memakai senjata api.

"Dia tidak kelihatan ragu menembaki orang tidak bersalah. Dia benar-benar seorang pembunuh dan pasti pernah membunuh manusia sebelumnya," kata pakar anti-teror Abdullah Agar.

Dalam rekaman itu kelihatan pelaku mengenakan kaus berwarna hijau, celana panjang berwarna gelap, dan sepatu bot hitam.

Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku penembakan memakai enam magasin dan menembakkan lebih dari 180 butir peluru.

Setelah menyelesaikan aksinya, pelaku pergi ke dapur kelab malam itu dan berdiam di sana selama 13 menit sebelum mengganti pakaian dan melepas jaketnya.

Dia memanfaatkan kepanikan pengunjung kelab malam bagi meloloskan diri. Dia juga membersihkan senjatanya sebelum meninggalkan tempat itu.

Dia dahulu menggunuakan taksi dan turun di kawasan Kurucesme tidak jauh dari lokasi penembakan setelah dia mengaku tidak memiliki uang kepada pengemudi taksi.

Penyidik menemukan 500 lira Turki di kantung jaket pelaku yg dia tinggalkan di kelab malam Reina.


Source : internasional.kompas.com