JAKARTA, - Lembaga Nielsen mengumumkan hasil riset mengenai jumlah transaksi yg tercapai sepanjang Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2016 lalu. Menurutnya, nilai transaksi jauh meningkat ketimbang hari biasa.
“Estimasi kita penjualan selama Harbolnas 2016 telah mencapai Rp 3,3 triliun. Jumlah ini telah lebih tinggi sekitar 3,3 kali lipat dibandingkan penjualan reguler atau di hari biasa,” ujar Direktur Nielsen Indonesia Rusdy Sumantri dalam Paparan Hasil Harbolnas 2016, di Jakarta, Senin (19/12/2016).
Nielsen sendiri sudah beberapa kali melakukan perhitungan nilai penjualan Harbolnas, yakni pada 2015 dan 2016.
Menurut data Nielsen, total transaksi yg terjadi pada Harbolnas 2015 mencapai Rp 2,1 triliun. Artinya, ada kenaikan sebesar Rp 1,2 triliun, seandainya membandingkan perkiraan tahun dulu dengan tahun ini.
Sementara itu, panitia Harbolnas tak merilis total transaksi pasti yg dicapai selama ajang diskon yg berlangsung selama 12 - 14 Desember 2016 itu. Alasannya karena tak seluruh situs yg mengikuti pesta diskon tersebut mau mengungkap data transaksi.
“Kami tak pegang datanya, karena memang ada e-commerce yg tak mau membagi data. Tapi rata-rata e-commerce yg mengikuti Harbolnas 2016 mengaku naik 50 persen sampai 10 kali lipat dalam penjualannya,” tutur Ketua Harbolnas 2016 Miranda Suwanto dalam kesempatan yg sama.
Pelanggan terpikat diskon
Selain memperkirakan total nilai penjualan, Nielsen juga melakukan survei terhadap perilaku pembeli di Harbolnas 2016. Survei ini dikerjakan dengan sampel 500 orang yg di 20 kota di Indonesia.
Hasil survei ini memperlihatkan pemicu naiknya total nilai transaksi ketika Harbolnas 2016, sekaligus barang yg paling diminati.
Rusdy mengatakan, pemicu ramainya pesta belanja online tersebut adalah soal diskon yg ditawarkan. Selain itu, rata-rata pembeli yg disurvei juga mengaku berminat karena ada promo gratis ongkos kirim.
“Ada 90 persen pembeli yg mengaku belanja karena diskon, artinya ini pemicu utama. Sedangkan pemicu berikutnya, 41 persen karena free ongkos kirim, 26 persen voucher, dan 15 persen karena ada cashback,” katanya.
Sementara itu dari sisi kategori barang, menurut Rusy akan kelihatan tren yg menarik, yakni makin banyak orang yg membeli kebutuhan sehari-hari secara online.
“Sekarang yg paling diminati, tiga besarnya adalah barang fashion, elektronik, dan gadget. Tapi di sini juga kelihatan ada tiga kategori yang lain yg naik cukup signifikan dibanding tahun lalu, merupakan fashion jadi 68 persen, kosmetik jadi 27 persen, dan daily needs jadi 21 persen,” pungkasnya.
Source : tekno.kompas.com