KUPANG, - Tujuh orang yg diamankan polisi di Nusa Tenggara Timur bukanlah teman dari pelaku penyerangan terhadap tujuh siswa kelas V SDN 1 Sabu Barat, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua, NTT.
"Tujuh orang ini jelas tak ada kaitan dengan pelaku penyerangan itu dan tak ada kaitannya dengan jaringan terorisme seperti yg diberitakan melalui media sosial," kata Kepala Polda NTT Brigjen Polisi Estasius Widyo Sunaryo di Markas Polda NTT, Kamis (15/12/2016).
Ia mengatakan, pelaku berinisial IR (32) yaitu warga Depok, Jawa Barat. IR tiba ke Sabu Raijua buat mencari pekerjaan sebagai tenaga informatika dan teknologi (IT).
Adapun tujuh orang yg sempat disebut sebagai rekan pelaku tersebut berasal dari Makassar, Sulawesi Selatan. Mereka bekerja sebagai penjual keliling mangkok.
Dari tujuh orang tersebut, seorang di antaranya bernama Mohammad Hata dan dinyatakan hilang melompat ke laut ketika mengetahui mulai dikejar oleh warga.
Saat ini mereka meminta perlindungan dari polisi dan sementara berada di Markas Polda NTT. Nantinya mereka mulai kembali ke kampung halamannya di Makassar.
Penyerangan terhadap tujuh siswa SD di NTT itu terjadi saat jam pelajaran sedang berlangsung, Selasa (13/12/2016) sekitar pukul 08.47 Wita.
Saat itu, IR tiba memasuki ruangan kelas V SDN 1 Sabu Barat sambil memegang sebilah pisau. Pelaku menuju ke bangku belakang dan mendekati seorang siswi dan melukai leher korban.
Setelah itu, pelaku mencari korban yang lain dan melukai leher maupun tangan dan kaki korban. Total korban sebanyak tujuh orang siswa.
Melihat hal itu, siswa yang lain lari keluar sekolah. Para guru berteriak histeris.
IR dibekuk oleh aparat TNI dan dibawa ke Markas Polsek setempat. Massa geram dan mendatangi mapolsek setempat serta menghakimi pelaku hingga tewas.
Source : regional.kompas.com