RANTAU, - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendorong Kalimantan buat dapat langsung memenuhi kebutuhan bawang merah sendiri setelah melihat potensi bawang merah yg dikembangkan di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan sangat menjanjikan.
Kalimantan ditargetkan mampu mewujudkan swasembada bawang merah paling lambat pada 2018.
"Kalau bisa, tahun depan (2017), Kalimantan harus telah swasembada bawang merah. Jadi, tak lagi mendatangkan bawang merah dari Brebes atau Bima," kata Amran dalam kegiatan panen bawang merah di Desa Shabah, Kecamatan Bungur, Kabupaten Tapin, Kamis (15/12/2016).
Kegiatan panen bawang merah itu juga dihadiri, antara yang lain Staf Khusus Kasad Brigadir Jenderal TNI Afifuddin, Wakil Gubernur Kalsel Rudy Resnawan, Komandan Korem 101/Antasari Kolonel (Kav) Yanuar Adil, Bupati Tapin Arifin Arpan, serta Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Hortikultura Provinsi Kalsel Fathurrahman.
Amran mengatakan, tanah Kalimantan terbukti dapat menghasilkan bawang merah setelah 71 tahun Indonesia merdeka.
Hasilnya juga sangat menggembirakan dengan produktivitas rata-rata 9-10 ton per hektar buat bawang merah yg ditanam di daerah dataran rendah. Untuk yg ditanam di daerah dataran tinggi, produktivitasnya mencapai 17 ton per hektar.
"Karena itu, kalian selalu mendorong pengembangan bawang merah di Tapin. Dengan harapan, Tapin dapat menjadi lumbung bawang Kalimantan dan memenuhi kebutuhan bawang di segala wilayah Kalimantan, kecuali Kalimantan Barat yg jaraknya jauh dan juga telah mengembangkan bawang merah," ujar Amran.
Jika Kalimantan mampu memenuhi kebutuhan bawang merah sendiri, menurut Amran, inflasi akibat kenaikan harga bawang dapat ditekan.
"Kalau mendatangkan bawang merah dari Brebes atau Bima, harga bawang di Kalimantan berkisar Rp 50.000 sampai Rp 60.000 per kilogram. Sementara bawang dari Tapin harganya hanya Rp 20.000 sampai Rp 25.000 per kg," katanya.
Untuk mewujudkan swasembada bawang merah, lanjut Amran, luas areal tanam harus selalu ditingkatkan.
Saat ini, luas areal tanam bawang merah di Tapin baru 410 hektar (ha). Tahun depan, diharapkan dapat meningkat menjadi 600 ha sampai 800 ha.
Kementan mendukung dengan memberi bantuan anggaran buat pengembangan bawang merah seluas 200 ha.
"Luas areal tanam harus selalu ditingkatkan hingga mencapai 5.000 ha," ujarnya.
Bupati Tapin Arifin Arpan mengatakan, daerahnya akan mengembangkan bawang merah pada 2013. Awalnya, hanya 4 ha. Tetapi karena berhasil dan menjanjikan, luas areal tanam bawang merah selalu ditingkatkan.
"Kami bersiap saja bagi selalu memperluas areal tanam sepanjang lahan masih tersedia. Untuk itu, kita juga mengharapkan dukungan dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi," katanya.
Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Hortikultura Provinsi Kalsel Fathurrahman, lahan pertanian di Tapin yg potensial buat pengembangan bawang merah mencapai 1.000 ha.
Karena itu, bagi mencapai luas tanam 5.000 ha, Tapin perlu dukungan dari daerah penyangga, seperti Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Balangan, Tabalong, dan Tanah Laut, yg juga telah akan mengembangkan bawang merah.
"Produktivitas bawang merah di daerah-daerah tersebut telah hampir sama dengan produktivitas bawang merah di Tapin," ujarnya.
Source : regional.kompas.com