ISTANBUL, Jet-jet tempur Turki melancarkan serangan udara terhadap basis-basis Partai Pekerja Kurdistan (PKK) di Irak utara, Minggu (11/12/2016) malam.
Serangan itu menghancurkan markas militan, posisi, dan tempat penyimpanan senapan PKK di sekitarnya, sebagaimana disampaikan pihak militer setempat, Senin (12/12/2016) pagi.
Serangan udara Turki ut menargetkan wilayah Zap di Irak, dan terjadi dua jam setelah sesuatu cabang PKK mengaku bertanggung jawab atas bom kembar pada Sabtu (10/12/2016) malam yg menewaskan 38 orang di Istanbul.
Menurut Reuters, serangan yg terjadi di luar stadion sepak bola di tepi selat Bosporus itu juga melukai 155 lainnya.
Kelompok milisi PKK, yg sudah berperang selama pemberontakan tiga dasawarsa di wilayah mayoritas Kurdi di sebelah tenggara Turki, berbasis di pegunungan Irak utara.
PKK juga sudah secara teratur menjadi target pesawat-pesawat tempur Turki sejak gencatan senjata selama beberapa tahun akhirnya gagal pada Juli 2015.
Lebih dari 40.000 orang sudah tewas dalam konflik tersebut, termasuk dua ribu yg tewas sejak pertempuran dimulai kembali pada tahun lalu.
Hal tersebut mengembalikan pertempuran ke tingkat yg tak kelihatan lagi sejak dekade 1990-an. Turki, AS, dan UE menuduh PKK sebagai salah sesuatu organisasi teroris.
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan Turki mengatakan, serangan bom kembar terjadi di luar stadion sepak bola usai pertandingan beberapa klub papan atas, yakni Besiktas dan Bursaspo.
Menurut Reuters, dari beberapa ledakan pertama itu, sesuatu di antaranya diyakini sebagai aksi bunuh diri, dan terjadi di luar stadion Vodafone Arena, yg terletak di tepi Selat Bosporus.
Source : internasional.kompas.com