- Di luar ukuran dan teknologi komponennya yg selalu berkembang, bentuk sensor penangkap gambar pada semua macam kamera digital relatif tidak berubah. Melulu dengan bentuk persegi yg rata, mengikuti bentuk lembaran film analog dulu.
Namun dua pabrikan agaknya sedang mengembangkan inovasi terkait bentuk sensor kamera ini. Canon, misalnya, diketahui mematenkan rancangan sensor berbentuk melengkung.
Apabila diihat secara beririsan dari samping ilustrasi di dokumen paten Canon memamerkan sensor tersebut berbentuk cekung, mirip mangkuk, dengan bagian penangkap cahaya yg terdapat di sisi dalam.
Bukan hanya itu, berdasarkan informasi yg dirangkum KompasTekno dari PetaPixel, Senin (12/11/2016), derajat kelengkungan dari sensor yg bersangkutan juga dapat diatur secara elektronik. Pengguna kamera dapat mengatur seberapa cekung sensor tersebut sesuai keinginan.
Sebelumnya, bulan dulu Canon juga mematenkan desain sensor kamera yg sama-sama melengkung, tetapi tak derajat lengkungannya dapat diatur secara elektronik.
Untuk apa pula sensor kamera dibuat melengkung? Bentuk melengkung (cekung) pada dasarnya lebih sesuai dengan bidang proyeksi gambar dari lensa yg memang cekung secara natural.
Mata manusia, misalnya, memiliki retina yg berbentuk melengkung di sisi belakang, tak rata seperti pada sensor kamera konvensional ataupun lembaran film.
Dengan mengikuti bentuk proyeksi lensa ini, ada dua keuntungan yg dihasilkan. Misalnya, tingkat exposure di semua frame (bidang proyeksi) mulai sama, tak berbeda di pinggiran sehingga menghasilkan efek vignette (gelap di pojok-pojok). Tingkat ketajaman gambar pun mulai sama rata di segala frame.
Canon sendiri bukan pabrikan pertama yg mengembangkan sensor kamera melengkung. Dua tahun lalu, Sony pun sudah mematenkan konsep serupa.
Baca: Apa Itu Kamera Mirrorless, Bedanya dengan DSLR?
Source : tekno.kompas.com