Duterte Umbar Ancaman Lagi, Kedubes AS di Manila Bersuara

Duterte Umbar Ancaman Lagi, Kedubes AS di Manila Bersuara

MANILA, Pemerintah Amerika Serikat, melalui Kedutaan Besarnya di Manila, Minggu (18/12/2016), mengeluarkan pernyataan tertulis.

Perwakilan Pemerintah AS di Filipina tersebut mengaku bakal bekerja sama dengan Presiden Filipina Rodrigo Duterte.

Penegasan ini disebutkan demi mengatasi seluruh kekhawatiran, usai ancaman Duterte yg mengaku mulai mencabut perjanjian yg memungkinkan pasukan AS mengunjungi Filipina.

Sebelumnya, Presiden Duterte berang setelah sebuah badan bantuan pemerintah AS menunda pemungutan suara mengenai perpanjangan paket bantuan pembangunan besar buat Filipina.

Badan bantuan Pemerintah AS itu adalah Millenium Challenge Corporation.

Lembaga itu mengaku mulai melakukan peninjauan lebih lanjut terkait keprihatinan mereka atas supremasi hukum dan kebebasan sipil di Filipina.

Pemerintah AS pun sebelumnya sudah menyuarakan keprihatinan mengenai tindakan keras Duterte dalam memberantas narkoba yg sudah menewaskan ribuan orang.

Kondisi itulah yg kemudian memicu kemarahan Duterte lagi.

Baca: Menlu Yasay: Filipina Bisa Bertahan Tanpa Bantuan dari AS

Meskipun belum ada keputusan terkait paket bantuan tersebut, Duterte, Sabtu lalu, melancarkan kritikan tajam.

Dia menyerukan AS bagi bersiap-siap meninggalkan Filipina, dan bersiap-siap menghadapi dibatalkannya Visiting Forces Agreement.

Pernyataan itu merujuk kepada perjanjian tahun 1998 yg mengatur mengenai kunjungan pasukan AS ke Filipina bagi mengadakan latihan tempur gabungan.

Perjanjian itu sudah menolong Filipina meredam pergolakan ekstremis di wilayah selatan negara itu.

Selain itu, perjanjian ini pun membuka peluang buat pelatihan, demi melengkapi pasukan Filipina dalam menghadapi China yg agresif di perairan Laut China Selatan.

Terkait segala polemik ini,


Source : internasional.kompas.com