Batam Masuk Daerah Rawan Terorisme

Batam Masuk Daerah Rawan Terorisme

BATAM, - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme memasukkan Batam, Kepulauan Riau ke kelompok daerah rawan terorisme.

Selain menjadi sasaran, Batam juga rawan dijadikan jalur logistik, perekrutan, dan perlintasan kelompok teroris.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius menuturkan, salah sesuatu yg rawan dijadikan sasaran serangan di Batam adalah pembangkit listrik. Pembangkit-pembangkit itu amat vital untuk daerah industri seperti Batam.

"Sasaran serangan teroris adalah objek vital seperti pembangkit-pembangkit listrik. Pengelola (pembangkit listrik) harus bersiap menangani seandainya ada indikasi serangan teroris," tuturnya di sela sosialisasi penanggulangan terorisme sektor kelistrikan, Rabu (30/11/2016) malam, di Batam.

Baca juga: Begini Rencana ISIS Serang Singapura dari Batam

Selain menjadi sasaran, Batam juga rawan dijadikan lokasi transit dan persembunyian teroris. Sejumlah kelompok teroris menjadikan Batam sebagai lokasi perlintasan ilegal anggotanya.

Hal itu antara yang lain terungkap lewat penangkapan kelompok GRD pada awal Agustus 2016. Kelompok yg disebut Khatibah Gonggong Rebus itu diketahui menyelundupkan sejumlah orang asing buat bergabung dengan kelompok teror di Indonesia.

Mereka juga menolong memberangkatkan WNI yg mulai bergabung dengan kelompok teror di luar negeri.

"Sudah berkali-kali WNI ditangkap di luar negeri karena diduga mulai bergabung dengan kelompok teror di luar negeri," ujar Suhardi.

Kondisi geografis Batam yg berdekatan dengan negara lain, banyak pantai, dan belum cukup aparat penjaga perbatasan yang lain menjadi faktor penyebab penting perlintasan ilegal itu. Berbagai kelompok, termasuk para teroris, memanfaatkan keadaan itu buat berbagai kejahatan.

Batam tak cuma menjadi daerah perlintasan dan persinggahan. Beberapa tahun lalu, sejumlah teroris diketahui bersembunyi di Batam sebelum pindah ke daerah lain.


Source : regional.kompas.com