- Anda tak dapat mengatur pada siapa Anda mulai jatuh hati dan jatuh cinta. Kala perasaan itu hadir, maka Anda mulai merasakan cinta mendalam.
Namun, hati-hati, hubungan yg berawal dari cinta yg berapi-api dan buta tak mulai langgeng.
Hubungan yg demikian tak mulai bertahan lebih dari beberapa tahun.
Apakah mitos itu sekadar omong kosong atau fakta?
Helen Fisher, seorang biologis dan antropolog melakukan penelitian selama bertahun-tahun.
Menurut Fisher, cinta yg menyala berapi-api mulai mendorong pasangan bagi membangun hubungan jangka panjang dan membangun keluarga.
Jenis cinta mulai berubah, kata Fisher, saat Anda dan suami memiliki buah hati.
“Masa-masa itu yaitu tahap empat tahun penuh tantangan,” ujar Fisher.
Antusias dan ketertarikan seksual pada pasangan suami istri mulai beralih menjadi keseharian.
“Cinta yg mendalam dan penuh luapan suka cita mulai berubah menjadi cinta saling membutuhkan serta mendukung, Anda mulai memandang pasangan seperti sahabat,” urainya.
Berdasarkan riset yg dikerjakan oleh Fisher dan koleganya seorang Neuroscientis, Bianca P. Acevedo, cinta yg meluap-luap membuat hubungan bertahan hingga puluhan tahun.
Hal ini mereka buktikan dengan penelitian terhadap responden mempelajari gerakan otak pasangan yg sudah menjalin hubungan monogami lebih dari lima tahun.
Ternyata, otak mereka memamerkan gerakan dari debaran jantung yg berdetak cepat saat melihat foto pasangan.
Penelitian membuktikan gempita cinta pasangan monogami bertahan hingga usia pernikahan berjalan tahunan.
Source : female.kompas.com