- Tanggal 8 Desember 1980 adalah hari yg mulai terus melekat di kepala saya.
Saat itu, aku baru duduk di kelas sesuatu sekolah dasar atau usia aku lebih kurang enam tahun.
Pagi itu, seperti biasa, ayah aku mendengarkan siaran berita dari radio-radio asing, seperti BBC, VOA, atau Radio Australia.
Saya tidak ingat siaran radio mana yg didengar ayah saat dia tiba-tiba terhenyak sesaat usai sebuah berita dibacakan.
"John Lennon mati?" kata ayah aku penuh keterkejutan.
Saat itu, aku tidak tahu siapa itu John Lennon dan mengapa kematian, atau tepatnya pembunuhannya, begitu mengagetkan dunia.
Berjalan dengan waktu, aku akan mengetahui dan menyukai John Lennon dan kelompok musiknya, The Beatles.
Siapa sebenarnya John Lennon, yg hari ini 36 tahun dahulu tewas ditembak diterjang empat peluru yg dilepaskan Mark David Chapman di dekat apartemennya di New York, AS.
Berikut 10 hal di seputar kematian sang legenda musik dunia ini:
1. Difoto pada hari kematiannya
Fotografer Annie Leibovitz mungkin mulai mengenang pekerjaannya yg sesuatu ini sepanjang hidupnya.
Saat itu, Annie ditugasi mengabadikan John dan istrinya, Yoko Ono, bagi sampul majalah Rolling Stones, tepat pada pagi hari kematiannya.
Annie yg yaitu editor foto majalah tersebut awalnya ingin mengabadikan Lennon sendirian. Namun, John ingin agar Yoko Ono ada di dalam foto itu.
"Anda mengabadikan dengan tepat hubungan kami," ujar John dan Yoko saat itu.
2. Memberikan tanda tangan bagi pembunuhnya
John Lennon tewas ditembak pada 8 Desember 1980 malam saat dia hendak pulang ke apartemennya.
Sore harinya, sang pembunuh, Mark David Chapman, sempat mendatangi John yg sedang menuju ke studio rekaman.
John dan Yoko meninggalkan apartemen karena telah memiliki janji pada pukul 17.00 ketika Chapman menghampiri keduanya.
Saat itu, John mengabulkan keinginan Chapman yg meminta tanda tangan idolanya itu. Foto meeting John dan Chapman adalah foto terakhir sang legenda.
3. Cuaca hangat, John pulang jalan kaki
Setelah dua jam di studio rekaman, John dan Yoko memilih kembali pulang dan menetapkan tak makan malam agar mampu menemani putranya tidur.
Saat itu, cuaca New York cukup hangat, terutama pada bulan Desember, sehingga John dan Yoko menetapkan buat pulang berjalan kaki.
Keputusan itu yg akhirnya mengantarkan John ke akhir hayatnya.
Source : internasional.kompas.com