Polisi Israel Interogasi Netanyahu Terkait Kasus Korupsi

Polisi Israel Interogasi Netanyahu Terkait Kasus Korupsi

JERUSALEM, Kepolisian Israel sudah menginterogasi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sebagai bagian dari penyelidikan tuduhan korupsi.

Netanyahu, menurut pejabat Kementerian Kehakiman, ditanyai mengenai "penerimaan keuntungan dari pebisnis". Namun, tak ada rincian mengenai hal tersebut.

Laporan yg lebih detil soal interogasi Netanyahu justru muncul dari surat kabar Jerusalem Post. Netanyahu dikabarkan ditanyai selama tiga jam di rumahnya yg terletak di Jerusalem.

Pemimpin Partai Likud itu juga disebut-sebut menerima "hadiah secara tak patut" yg bernilai ribuan dollar Amerika Serikat baik dari pengusaha Israel maupun internasional.

Atas tudingan itu, Netanyahu berkeras bahwa dia tak bersalah.

"Kita seluruh mendengar laporan-laporan media. Kita melihat dan mendengar semangat serta suasana perayaan di studio-studio televisi dan ruangan kubu oposisi,” kata Netanyahu.

“Saya ingin memberitahu mereka buat menunggu perayaan. Jangan terburu-buru... Anda mulai selalu mengembangkan balon udara dan kami mulai melanjutkan memimpin Israel," papar Netanyahu di depan sejumlah anggota parlemen dari Partai Likud.

Lawan-lawan politik Netanyahu sudah menyerukan digelarnya penyelidikan atas dugaan keterlibatannya dalam serangkaian skandal. Namun, tiada sesuatu pun dari skandal itu berujung pada tuntutan hukum.

Tudingan terhadap Benjamin Netanyahu

Bulan lalu, penyelidikan pembelian sejumlah kapal selam dari Herman resmi dimulai. Penyelidikan dikerjakan setelah muncul dugaan bahwa pengacara Netanyahu mewakili perusahaan dalam negosiasi. Awal 2016, Arnaud Mimran, pria yang berasal Perancis yg dipidana karena menipu, mengklaim sudah mendonasikan ratusan ribu euro bagi kampanye Netanyahu pada 2009. Hal ini dibantah oleh Netanyahu. Netanyahu dituding menyia-nyiakan dana rakyat bagi beragam hal, termasuk kamar pribadi seharga 127.000 dollar AS dalam penerbangan ke Inggris. Setelah Netanyahu menyelesaikan masa jabatan pertama sebagai perdana menteri beberapa dekade lalu, kepolisian merekomendasikan dia dan istrinya, Sara, dituntut pidana karena menerima hadiah-hadiah yg seharusnya diserahkan ke negara. Rekomendasi itu belakangan digugurkan. Netanyahu dan istrinya juga dituding membelanjakan uang rakyat bagi jasa kontraktor yg melakukan pembangunan bersifat pribadi. Tudingan itu belakangan digugurkan.

Menurut laporan Deutche Welle sebelumnya, Netanyahu menepis tudingan tersebut. "Semua skandal ini tak pernah terbukti dan tudingan yg dipublikasikan di media ketika ini juga mulai serupa," ujarnya.

Hal senada diungkapkan juru bicara keluarga Netanyahu. "Skandal yg dituduhkan mulai terbukti fiktif," katanya. "Kami ulangi, tak mulai terjadi apapun, karena memang tak ada apapun."

Media-media Israel melaporkan, hadiah yg diterima Netanyahu dari pengusaha Perancis, Arnaud Mimran, bernilai 40.000 dollar AS atau lebih dari Rp 536 juta.

Uang tersebut diberikan sebagai dana kampanye pada tahun 2001, saat Netanyahu sedang tak memangku jabatan publik.

Mimran sendiri sudah divonis penjara delapan tahun setelah terbukti melakukan delik penipuan senilai 283 juta euro atau hampir Rp 4 triliun.


Source : internasional.kompas.com