JAKARTA, - Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) menilai pengawasan Syahbandar Kali Adem terhadap kapal-kapal buat transportasi umum ke Kepulauan Seribu masih kurang.
Penilaian ini menanggapi insiden terbakarnya Kapal Motor (KM) Zahro Express yg hendak bertolak ke Pulau Tidung dari Kali Adem, Minggu (1/1/2017).
Ketua DTKJ Ellen Tangkudung menyampaikan bahwa Syahbandar kurang mengawasi secara ketat soal manifes penumpang dan kelaikan kapal.
Padahal, Syahbandar menurut Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran memiliki wewenang bagi memberikan Surat Izin Berlayar berdasarkan pemeriksaan secara keseluruhan beberapa komponen di atas.
"Pengawasan di pelabuhan Jakarta di depan mata masih Kurang, apalagi pelabuhan jauh di Indonesia," kata Ellen ketika dihubungi Kompas.com di Jakarta, Senin (2/1/2017).
Berdasarkan lembar surat izin berlayar kapal Zahro Express yg didapat Kompas.com, tercatat memang cuma ada 100 orang dalam daftar manifes.
Berdasarkan keterangan yg dihimpun, ada sekitar 251 penumpang yg naik ke kapal tersebut sebelum terbakar.
Namun, berbagai pihak belum dapat memastikan data pasti penumpang karena banyak dari mereka tak tercatat pada daftar manifes di awal perjalanan.
Ellen menambahkan bercermin dari perkara KM Zahro Express, maka perlu perhatian khusus terkait operasional kapal-kapal pada masa liburan. Pasalnya, mulai terjadi lonjakan jumlah penumpang pada masa liburan.
Ellen sendiri mengakui bahwa pernah mendapat keluhan soal buruknya manifes penumpang di Kali Adem sekitar enam hingga tujuh bulan dulu pada ketika masa liburan.
"Saya enggak mau bilang kebiasaan (kurang pengawasan), harus ada penanggungjawab bagi melihat dengan benar, berapa orang pergi dan kelaikan mesin," kata Ellen.
Kapal penumpang Zahro Express terbakar ketika mengangkut ratusan penumpang menuju Pulau Tidung, Minggu (1/1/2017).
Kapal tersebut tidak jarang melayani perjalanan wisatawan ke area sekitar Kepulauan Seribu. Para penumpang adalah wisatawan yg ingin berlibur pada awal 2017 ini.
Namun, dalam perjalanan ke Pulau Tidung, kapal terbakar di tengah laut.
Berdasarkan data yg dilansir Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), 23 orang meninggal dunia.
Sebagian penumpang lainnya selamat, luka-luka dan ada juga penumpang yg masih hilang.
Kompas TV Keluarga Menanti Nasib Para Korban Kapal ZahroSource : megapolitan.kompas.com