Pemilik Kapal Zahro Express Menghilang

Pemilik Kapal Zahro Express Menghilang

JAKARTA, - Pihak kepolisian menyatakan pemilik KM Zahro Express hingga kini belum dapat ditemui. Padahal, keterangannya dibutuhkan bagi mendalami penyebab terbakarnya kapal itu pada Minggu (1/1/2017).

"Kita masih mencari pemilik kapal. Belum ada di tempat, sejak kejadian itu dia tak pulang ke rumahnya," kata Direktur Polisi Perairan Polda Metro Jaya Kombes Hero Hendrianto ketika dihubungi, Selasa (3/1/2017).

Jajaran Dirpolair telah mencari sang pemilik ke kediamannya di kawasan Jakarta Utara. Polisi ingin menanyakan kepadanya soal kelayakan dan operasional kapal tersebut. Status pemilik sendiri ketika ini masih sebagai saksi.

"Kita masih pencarian, status mereka masih sebagai saksi. Keterlibatan dalam masalah ini belum jelas," ujar Hero.

Sejak kejadian itu, polisi sudah menahan nahkoda kapal Moh Nali, tiga anak buahnya, dan beberapa syahbandar. Beberapa penumpang juga sudah diambil keterangannya.

Nahkoda ditetapkan tersangka atas sejumlah alat bukti merupakan informasi saksi-saksi, dokumen kapal, crew list, dan manifes. Saat diambil berita acara pemeriksaannya (BAP), Nali didampingi kuasa hukumnya.

Nali kini ditahan di sel penjara Dirpolair, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Ia terancam dijerat Undang-undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran Pasal 302, dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara seandainya menyebabkan kematian seseorang sesuai ayat (3).

Kapal penumpang Zahro Express terbakar ketika mengangkut ratusan penumpang menuju Pulau Tidung, Minggu (1/1/2017). Kapal tersebut kadang melayani perjalanan wisatawan ke area sekitar Kepulauan Seribu.

Para penumpang adalah wisatawan yg ingin berlibur pada awal 2017 ini. Namun, dalam perjalanan ke Pulau Tidung, kapal terbakar di tengah laut.

Berdasarkan data yg dilansir Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), 23 orang meninggal dunia. Sebagian penumpang lainnya selamat, luka-luka dan ada juga penumpang yg masih hilang.

Kompas TV Pencarian 17 Korban Dilanjutkan Besok Pagi




Source : megapolitan.kompas.com