Masyarakat Diajak Beri Informasi Rekam Jejak Calon Anggota KPU-Bawaslu

Masyarakat Diajak Beri Informasi Rekam Jejak Calon Anggota KPU-Bawaslu

JAKARTA, - Koalisi Pemilu Berintegritas mengajak masyarakat turut berpartisipasi aktif mengawal proses seleksi pemilihan calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Adapun tujuh lembaga yg tergabung dalam koalisi ini adalah Perkumpulan bagi Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Indonesia Corruption Watch (ICW), Konstitusi dan Demokrasi (Kode) Inisiatif, Jaringan Pendidikan Pemilih buat Rakyat (JPPR), Puskapol Fisip UI, Indonesian Parlementary Center (IPC), Sindikasi Pemilu dan Demokrasi (SPD).

Peneliti Perludem Heroik Muttaqin Pratama menyampaikan, keikutsertaan masyarakat dalam proses seleksi calon anggota KPU dan Bawaslu sangatlah utama guna mencapai proses demokrasi yg baik dan berintegritas.

Sebab, buat mewujudkan demokrasi yg berintegritas diperlukan lembaga penyelenggara pemilu yg juga berintegritas.

Selain itu, lembaga penyelenggara pemilu haruslah diisi oleh orang-orang yg berkarakter dan kompeten.

"Kenapa partisipasi masyarakat utama dalam seleksi KPU, Bawaslu, karena kualitas penyelenggaran Pilkada dan pemilu tergantung dari kualitas penyelenggara itu sendiri," ujar Heroik di Kantor ICW, Jakarta Selatan, Selasa (3/1/2017).

Sementara itu, peneliti ICW Almas Sjafrina menyampaikan, masyarakat mampu menginformasikan latar belakang para calon anggota KPU dan Bawaslu yg lolos tahap selanjutnya melalui email: rekamjejak@antikorupsi.org.

Selain itu, masyarakat juga dapat mengatakan keterangan melalui telepon di nomor (021) 7901885/7994015 atau SMS di nomor 087888562428/081318031759.

Kerahkan tracker

Almas melanjutkan, selain mengandalkan keterangan dari masyarakat, koalisi pemilu beritegritas juga mengerahkan peneliti atau tracker di sejumlah wilayah yg menjadi tempat tinggal para calon anggota KPU dan Bawaslu.

"Tracker-nya 30 orang di 20 provinsi. Satu tracker mampu pantau sesuatu hingga tiga orang calon anggota KPU dan Bawaslu," ujar Almas.

Almas menjelaskan, para tracker mulai menelusuri rekam jejak calon anggota KPU dan Bawaslu berdasarkan tiga indikator, yakni integritas, independensi, dan pengetahuan atau pengalaman mengenai kepemiluan para calon yg lolos seleksi.

"Integritas, kita menilai cuma anggota yg berintegritas yg mampu menyelenggarakan pemilu yg berintegritas," ujar Almas.

Untuk independen, setidaknya para calon bersih dari kepentingan politik pihak mana pun.

"Sedangkan pengalaman, karena mereka menjadi penyelenggara sehingga sangat diperlukan komisioner yg telah benar-benar bersiap menjalankan tugasnya," ujar Almas.

Adapun penelusuran data para calon anggota KPU dan Bawaslu dikerjakan dengan mengumpulkan keterangan yg ada di internet, penelusuran lapangan, serta wawancara.

Almas mengatakan, penelusuran yg dikerjakan pihaknya ini cuma bersifat keterangan bagi tim seleksi. Pihaknya tak mulai mengintervensi putusan tim sel dalam memilih calon anggota yg lolos ke tahap berikutnya.

Sedianya tahapan ketiga seleksi anggota KPU dan Bawaslu mulai dilaksanakan pada 16 Januari 2017.

Dalam seleksi tahap tiga ini para calon anggota KPU dan Bawaslu mulai menjalani tes kesehatan lanjutan, diskusi kelompok, dan wawancara.

Seleksi tahap ketiga ini yaitu tahapan terakhir sebelum timsel menyerahkan 14 nama calon anggota KPU dan 10 nama calon anggota Bawaslu ke Presiden.

Adapun nama-nama para calon anggota yg lolok seleksi tahap ketiga mampu dilihat di laman kemendagri.go.id atau laman berikut: 36 Calon Komisioner KPU dan 22 Calon Anggota Bawaslu Lolos Seleksi


Source : nasional.kompas.com