- Facebook dikabarkan sedang menggodok sebuah algoritma yg dapat mengenali musik dan video bajakan, serta otomatis memblokirnya agar tak lagi tampil di aliran timeline.
Algoritma yg dimaksud mirip dengan Content ID punya YouTube, yg dapat mengenali keaslian musik dalam sebuah video.
Sebagai contoh, biasanya orang mengunggah video yg disertai lagu punya penyanyi tertentu sebagai musik latar (backsound). Padahal, orang tersebut tak memiliki izin atau lisensi buat menyematkan lagu tersebut.
Algoritma baru Facebook itu nantinya bekerja mencari video dengan backsound musik yg tak memiliki izin. Facebook juga mulai memblokir video itu secara otomatis agar tak mampu dilihat orang lain.
Saat Facebook selesai mengembangkan algoritma anti-pembajakan itu, perusahaan kemudian berencana mengadakan kerja sama lisensi dengan label-label rekaman. Harapannya, lisensi tersebut bakal meliputi semua musik yg ada di Facebook.
Sebagaimana dilansir KompasTekno dari Engadget, Senin (2/1/2017), perundingan terkait lisensi tersebut sedang berlangsung dan diperkirakan membutuhkan waktu cukup lama. Setidaknya, Facebook dan para label kemungkinan baru mulai bersepakat akhir paruh pertama 2017.
Sekadar diketahui, CEO National Music Publisher Association Amerika Serikat, David Israelite menyampaikan bahwa ketika ini marak pelanggaran hak cipta berupa pemakaian musik punya penyanyi tertentu dalam video.
“NPMA berhasil mengidentifikasi 887 video yg menggunakan lagu-lagu dari Top 33 tanpa seizin penciptanya. Keseluruhan video tersebut berhasil memanen total 619 juta views, atau rata-rata sekitar 700.000 views per video,” ujar Israelite.
“Namun di dunia nyata, persoalan ini dapat jadi lebih besar, karena Facebook sendiri memiliki sistem privasi (mengatur sebuah post apa pun, termasuk video, agar cuma dapat dilihat orang tertentu). Hampir mustahil bagi mengukur angka sebenarnya,” imbuhnya.
Source : tekno.kompas.com