Uang Suap Rp 281 Juta untuk Wali Kota Disembunyikan Dalam Kaleng Biskuit

Uang Suap Rp 281 Juta buat Wali Kota Disembunyikan Dalam Kaleng Biskuit

ROMA, - Franco Metta, Wali Kota Cerignola, Puglia, wilayah selatan Italia, berang bukan kepalang akibat sekaleng biskuit Natal.

Apa penyebab Metta begitu berang cuma karena sekaleng biskuit? Ternyata, sekaleng biskuit itu berisi uang suap sebesar 20.000 euro atau sebesar Rp 281 juta.

Metta mengatakan, seorang eksekutif dari sebuah pabrik pengelolaan sampah tiba ke kantornya sambil membawa kaleng biskuit dan sebuah kartu Natal.

"Kami telah berjanji bagi bertemu dalam waktu sepekan. Dia tiba dan meninggalkan kartu Natal buat saya," kata Metta.

"Saya membuka kaleng itu. Namun, di dalamnya bukan biskuit yg aku temukan, melainkan uang kertas berjumlah 20.000 euro. Saya kemudian menghubungi polisi," kata Metta.

Mantan pengacara itu kemudian menelepon eksekutif perusahaan itu di depan petugas polisi yg tiba ke kantornya.

"Saya mencaci maki dia dengan segala kata yg aku ketahui," kata Metta.

Metta menambahkan, pengusaha yg tidak disebutkan namanya terekam kamera CCTV ketika masuk ke kantor wali kota sambil membawa bingkisan yg dilapisi kertas kado bertema Natal.

Metta kemudian menyerahkan uang suap itu ke polisi yg segera melakukan investigasi.

Kepada media yg mewawancarainya, Metta menegaskan, dia sama sekali tak berniat bagi menyimpan uang suap tersebut.

"Tak sedikit pun ingin. Perilaku arogan yg menganggap seluruh dapat dibeli dengan uang sungguh mengusik saya," ujar Metta.

"Saya tidak melakukan hal yg luar biasa. Saya melakukan apa yg diajarkan ayah saya. Saya bukan pahlawan," kata Metta.

Suap dan korupsi sangat biasa dalam berbagai kontrak berbagai proyek di Italia, khususnya dalam pengelolaan sampah.

Upaya suap buat Metta ini diyakini terkait dengan tender lahan pembuangan sampah di kawasan Cerignola.

"Saya adalah wali kota yg bahkan menolak pemberian bunga sehingga yg memberikan suap tidak mengenali saya," kata Metta.


Source : internasional.kompas.com