NEW YORK, Presiden terpilih Amerika Serikat (AS), Donald Trump, Rabu (21/12/2016), mengatakan, serangan di Eropa pekan ini "membuktikan bahwa dia benar" tentang rencananya memeriksa secara ketat terhadap kelompok tertentu.
Kelompok dimaksud adalah orang-orang yg berusaha masuk ke AS setelah tiba dari negara-negara di mana tidak jarang terjadi serangan teroris.
"Kalian tahu rencana saya. Selama ini, aku sudah terbukti benar, 100 persen benar. Apa yg terjadi adalah memalukan," kata Trump seperti dirilis Voice of America, Kamis (22/12/2016).
Trump sudah berjanji mulai memulai "pemeriksaan ekstrem" terhadap orang-orang yg berusaha masuk ke Amerika Serikat dari negara-negara di mana terjadi serangan teroris.
Trump mengungkapkan pendapatnya dalam sebuah percakapan singkat dengan wartawan di Florida. Ia selalu berbicara dengan para kandidat bagi posisi penting dalam pemerintahannya.
Ditanya tentang serangan truk di bazar Natal di Berlin, Jerman, yg menewaskan 12 orang dan pembunuhan seorang diplomat Rusia di Ankara, Trump mengatakan, "Mengerikan. Mengerikan. Apa yg terjadi adalah mengerikan, mengerikan," katanya.
Dia menggambarkan tindak kekerasan itu sebagai "serangan terhadap kemanusiaan. Serangan terhadap kemanusiaan itu harus dihentikan."
Dalam kampanye pemilu yg panjang buat mencapai Gedung Putih, Trump sudah menyerukan larangan segera terhadap umat Islam masuk ke AS.
Namun sejak itu dia berjanji mulai memulai "pemeriksaan ekstrem" terhadap orang-orang yg berusaha masuk ke AS dari negara-negara di mana terjadi serangan teroris.
Pihak berwajib Eropa terlibat dalam pemburuan besar-besaran terhadap seorang warga Tunisia, Anis Amri, yg katanya terkait jaringan Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) di Jerman. Amri mulai dimintai informasi mengenai serangan di Berlin.
Sementara seorang polisi Turki yg sedang tak bertugas juga menembak mati Duta Besar Rusia bagi Turki, Andrei Karlov, di sebuah balai seni.
Source : internasional.kompas.com