GRESIK, Persipura Jayapura telah milik suksesor Boaz Solossa. Setidaknya, hal itu mampu dilihat dari performa tim saat sang kapten absen.
Dalam menyelesaikan sisa pertandingan di pentas TSC 2016, Persipura harus kehilangan Boaz. Dia dipanggil memperkuat tim nasional Indonesia di Piala AFF 2016.
Namun, banyak pihak menilai, ‘hilangnya’ Boaz yg didapuk menjadi kapten timnas di Piala AFF kali ini, justru membuat permainan dan performa Persipura makin mengilat.
Tengok saja, selepas dikalahkan Persib Bandung pada minggu ke-28, Sabtu (12/11/2016) lalu, performa tim Mutiara Hitam justru kelihatan semakin membaik.
Persipura berhasil membekap tuan rumah Persiba Balikpapan 4-1 pada minggu ke-29. Lalu, menyikat pesaingnya dalam perburuan juara Madura United 2-0 di minggu selanjutnya.
Tren positif Persipura berlanjut saat mengempaskan Bhayangkara FC 2-1 pada minggu ke-31, membekuk tuan rumah Mitra Kukar 2-1, dan terbaru mengalahkan Persegres Gresik United 3-0, Minggu (11/12/2016) sore WIB.
“Tak ada Boaz, Persipura malah dapat meraih kemenangan demi kemenangan. Itu karena kualitas pemain inti dan cadangan Persipura merata,” ucap pelatih Persegres Eduard Tjong, Minggu (11/12/2016).
“Selain itu, kerangka tim Persipura juga telah terbentuk sejak beberapa tahun lalu. Hanya sesuatu atau beberapa pemain yg keluar-masuk. Itu membuat mereka dapat kompak seperti ketika ini, meskipun Boaz tidak lagi ada dalam tim buat sementara,” kata dia.
Pelatih Persipura Angel Alfredo Vera juga enggan menepis anggapan tersebut. Beberapa opsi pemain pengganti yg diturunkannya dalam mendampingi Edward Wilson di depan juga dapat menjawab kebutuhan.
“Saya senang para pemain mampu mengemban tugasnya dengan baik dalam menggantikan peran Boaz buat berduet dengan Edward Wilson di depan. Termasuk, Osvaldo Haay yg telah berhasil cetak empat gol sejauh ini,” ujar Alfredo.
Pemain berusia 18 tahun ini turut menolong kemenangan Persipura atas tuan rumah Persegres dengan mencetak gol kedua pada menit ke-63.
Gol Persipura yang lain dalam laga tersebut, masing-masing disumbang oleh Immanuel Wanggai ketika pertandingan baru berjalan empat menit dan Edward Wilson di menit ke-70.
“Dia (Osvaldo) memang masih muda, dan masih selalu mampu berkembang di kemudian hari. Dengan bakat yg dia dimiliki, aku percaya Osvaldo mulai jadi pemain bintang seperti Boaz di waktu yg mulai datang,” tutur Alfredo.
Osvaldo sendiri menilai terlalu dini seandainya dirinya disebut sebagai calon pemain bintang masa depan. Dengan merendah, pemilik nama lengkap Osvaldo Ardiles Haay ini mengatakan, dirinya masih butuh banyak bimbingan dan pengalaman bermain.
“Sekarang yg ada dalam benak aku adalah bagaimana membawa Persipura menjadi juara dalam turnamen ini. Soal pendapat orang demikian, aku tetap menghargainya. Saya mulai berjuang keras buat membawa Persipura juara,” kata Osvaldo.
Source : bola.kompas.com