- Melawan gravitasi dan usia sudah menjadi misi penting buat wanita yg peduli dengan kecantikan. Begitu tanda-tanda penuaan muncul, berbagai produk dan perawatan pun dicoba buat mengembalikannya seperti semula.
Salah sesuatu perawatan wajah yg menjadi pilihan populer pada tahun 2016 adalah tanam benang.
Namun, Aesthetic Physician, Dr Kevin A Maharis, BMedSc, DipDerm (UK), berkata bahwa pada tahun 2017 nanti, tanam benang ini mulai akan ditinggalkan.
“Karena treatment itu (tanam benang) kurang efektif,” ujarnya kepada Kompas.com ketika ditemui di Maharis Clinic Jakarta, Kamis (8/12/2016).
Dia menjelaskan, semakin kadang tanam benang ini dilakukan, maka dampak negatifnya, seperti mengakibatkan kulit menjadi lebih keras, mulai semakin terasa.
"Jika tanam benang cuma sesuatu atau beberapa buah mungkin tak mulai ada efek samping yg signifikan, tapi seandainya pemasangan telah puluhan bahkan hingga ratusan, ini mulai membuat kulit terasa keras ketika dipegang," ucapnya.
Oleh karena itu, Dr Kevin pun memprediksi bahwa wanita mulai kembali lagi ke produk-produk yg bisa disuntikkan atau alat yg memancarkan kulit pada tahun 2017.
"Jadi benar-benar aman dan kelihatan hasilnya,” imbuhnya.
Dr. Kevin juga menyarankan agar para wanita teliti sebelum melakukan treatment.
“Jangan karena lagi tren atau digunakan selebriti, (Anda) beranggapan bahwa semuanya baik. Jadi, harus benar-benar dipelajari dulu,” katanya.
Source : female.kompas.com