- Sebuah studi melaporkan bahwa hubungan anak dan orangtua di era teknologi seperti sekarang mengalami penurunan.
James Steyer, CEO di Common Sense Media mengatakan, lebih kurang 1.800 orangtua di AS menghabiskan waktu bermain gadget selama sembilan jam dalam sehari.
Waktu tersebut lebih banyak dihabiskan bagi bermain media sosial ketimbang bekerja.
Steyer menyampaikan bahwa lingkungan pertama yg dikenal dan diadaptasi oleh anak adalah keluarga di rumah.
Jadi, apabila orangtua lebih banyak menghabiskan waktu bermain gadget, maka anak pun mulai meniru kebiasaan serupa.
Oleh karena itu, Steyer menganjurkan bahwa sosialisasi pembatasan waktu bermain gadget tak cuma ditujukan pada anak, tapi juga disampaian kepada orangtua.
Pada survei yg dikerjakan Common Sense Media, sebanyak 78 persen orangtua mengaku bahwa mereka sudah memberikan contoh yg baik mengenai aturan bermain gadget pada anak.
Michael Robb, seorang direktur dari Common Sense Media, menguraikan bahwa efek berlebihan bermain gadget pada orangtua berakhir berbeda daripada anak.
“Orangtua memberikan aturan dan disiplin pada anak, tapi mereka tak memberikan contoh sesuai dengan aturan tersebut. Jadi, mengakibatkan konflik,” terang Robb.
Steyer pun menyarankan bahwa selain waktu orangtua pun juga harus menerapkan aturan lokasi bebas gadget.
“Waktu makan malam, waktu bersama keluarga sebelum tidur malam, dan berdoa lebih baik tak ada intervensi gadget, baik orangtua maupun anak,” pungkas Steyer.
Source : female.kompas.com