- Singapura menempati urutan teratas dalam survei pendidikan di 72 negara.
Survei itu digelar oleh Program Penilaian Siswa Internasional (PISA) yg hasilnya diumumkan oleh Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD).
Survei PISA menguji kemampuan siswa usia 15 tahun di bidang sains, matematika, dan membaca.
Jumlah keseluruhan siswa yg mengikuti survei ini mencapai lebih dari 500.000 orang.
Secara rata-rata, sesuatu dari empat siswa di Singapura mencatat skor tertinggi di bidang sains.
Berdasarkan survei ini pun terlihat, siswa-siswa Singapura memperoleh nilai tertinggi, disusul oleh siswa di Jepang, Estonia, Taiwan, Finlandia, Makau,
Semua guru di Singapura mendapatkan pendidikan dan pelatihan di Institut Nasional Pendidikan, yg dikelola oleh Nanyang Technological University.
Ini buat memastikan kualitas dan menjamin segala guru mendapatkan standar pendidikan yg sama sebelum menjadi tenaga pengajar.
Indonesia berada di papan bawah, di atas Brasil, Peru, Lebanon, Tunisia, Kosovo, Aljazair, dan Republik Dominika.
Keterangan yg dikeluarkan OECD dan PISA, Selasa (6/12/2016), menyebutkan, sejak ambil bagian dalam survei tahun 2000, Indonesia sudah mengalami kemajuan "yang sangat luar biasa".
"Pada periode 2012-2015, hasil tes buat sains di kalangan siswa usia 15 tahun naik 21 poin. Ini membuat Indonesia menjadi salah sesuatu negara dengan perkembangan paling pesat."
Jika laju ini dipertahankan, kemampuan siswa-siswa di Indonesia di bidang sains mulai menyamai kemampuan siswa-siswa di negara-negara maju pada 2030.
Source : internasional.kompas.com