Purwakarta, - Sebanyak empat terduga teroris Purwakarta baru beberapa hari mendiami rumah apung di Bendungan Jatiluhur. Mereka menyewa rumah apung dengan alasan mulai memancing.
"Empat orang itu tiba ke sini Sabtu (24/12/2016), katanya mau memancing," ujar pemilik rumah apung, Oman (56 tahun), Senin (26/12/2016).
Oman mengaku, tak menaruh curiga. Karena mereka tiba seperti pemancing lainnya, membawa peralatan memancing.
"Makanya aku tak curiga dan menyewakan rumah apung," terangnya seraya menyampaikan terduga teroris tiba ke tempatnya membawa tiga ransel.
Keesokan harinya, Oman tiba ke rumah apung membawa pakan dan menyuguhi kelapa. Dari empat orang tersebut, beberapa di antaranya ikut Oman ke darat bagi mencari makan. Tak lama berselang, Oman dikagetkan dengan datangnya Densus 88 ke rumahnya.
Densus segera menangkap beberapa orang terduga teroris yg ada di rumahnya. Setelah kedua orang itu ditangkap dalam keadaan hidup, Densus 88 menuju rumah apungnya. Jarak antara rumahnya dengan rumah apung sekitar 20 menit dengan memakai perahu.
Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri menggerebek beberapa tempat terduga teroris di Ubrug, Jatiluhur. Dari penggerebegan tersebut, beberapa orang berhasil ditangkap. Kedua lainnya tewas setelah baku tembak.
Dua terduga teroris yg ditangkap bernama Rizal alias Abu Arham (29) dan Ivan Rahmat Syarif. Keduanya warga Kabupaten Bandung Barat. Sementara beberapa orang yg tewas dikenal dengan Abu Sovi alias Abu Azis alias Mas Brow warga Kabupaten Bandung dan Abu Faiz warga Kabupaten Bandung Barat.
Baca: Densus Tembak Mati Dua Terduga Teroris di Purwakarta
Source : regional.kompas.com