CLEVELAND, - Seorang pria yg tewas ditembak setelah bergulat dengan polisi karena diduga menabrakkan mobilnya adalah seorang mahasiswa yang berasal Uni Emirat Arab.
Saif Nasser Mubarak Alameri (26), mahasiswa dari Universitas Case Western Reserve Cleveland, tewas akibat luka tembakan di kepala.
Insiden yg terjadi pada Minggu (4/12/2016) ini telah dinyatakan sebagai masalah pembunuhan.
Demikian pernyataan kantor pemeriksaan medis Summit County, Selasa (6/12/2016).
Peristiwa ini berawal saat polisi merespon sebuah panggilan pada pukul 15.00 tentang sebuah mobil yg melaju ugal-ugalan di Hudson, Ohio sekitar 48 kilometer sebelah tenggara Cleveland.
Pengemudi mobil itu adalah Saif Nasser yg kehilangan kendali setelah kendaraannya tergelincir dahulu "terbang" ke dalam sebuah hutan kecil.
Polisi kemudian menemukan lokasi Saif dan kendaraannya. Lalu setelah terlibat dalam pergulatan, polisi menembak pemuda itu.
Petugas yg menembak tak disebutkan identitasnya tapi telah dinonaktifkan sambil menunggu hasil investigasi.
Petugas ini sempat dibawa ke rumah sakit Akron City karena mengalami luka ringan karena mengalami luka ringan dan kini telah diizinkan pulang.
Sementara itu, biro investigasi kriminal akan memeriksa kendaraan punya Saif Nasser setelah kepolisian Hudson meminta agar aparat negara bagian mengambil alih perkara ini.
"Kami sedang menyelidiki tentang apa yg sebenarnya terjadi dan memicu penembakan," kata Jill Del Greco, juru bicara kantor kejaksaan agung Ohio.
Jill menambahkan, sejauh ini belum mampu dipastikan apakah Saif Nasser memiliki senjata api ketika insiden itu terjadi.
Juru bicara Universitas Case Western Reserve Bill Lubinger cuma mengatakan, Saif Nasser adalah salah seorang mahasiswa di kampus itu tapi tak memberikan rincian lain.
Sementara itu, pejabat di Kementerian Luar Negeri Uni Emirat Arab Mohammed Mer Al Raisi mengatakan, kedutaan besar negeri itu di AS juga melakukan penyelidikan terkait perkara ini.
"Setelah rincian insiden menyedihkan ini dijelaskan pemerintah, kementerian mulai memberikan pernyataan yg lebih komprehensif," ujar Al Raisi.
Source : internasional.kompas.com