- Mudah marah, kasar, dan arogan dalam bersikap yaitu tanda-tanda seseorang yg tak kompeten dalam memimpin sebuah tim kerja.
Setidaknya begitulah hasil studi yg dipublikasikan oleh Washington Post berdasarkan pernyataan dari seorang psikolog bernama Ashley Merryman.
Merryman menuliskan bahwa pemimpin yg rendah hati lebih efektif dan produktif dalam bekerja.
Dia menambahkan bahwa sikap arogan dan kasar tak menjadi kriteria psikologis yg ideal bagi menjadi seorang pemimpin.
Studi yg sempat dipublikasikan oleh jurnal Personality and Individual Differences memperlihatkan bahwa responden yg mengakui, tak terus benar dan bersedia berubah pikiran seandainya terbukti salah ditemukan menjalani kepemimpinan dengan bijak serta efektif.
Sebaliknya, pemimpin yg terus merasa benar justru memperlihatkan sikap negatif selama menjalani tugas menjadi ketua di sebuah tim kerja.
Studi yg melibatkan 155 partisipan ini meminta mereka bagi membaca 40 daftar pernyataan.
Kemudian, partisipan diminta bagi mengidentifikasikan pernyataan tersebut yg hadir dalam 60 kalimat.
Ternyata, partisipan yg rendah hati lebih cerdas dan cepat dalam menemukan 40 pernyataan dalam sejumlah kalimat.
Namun, partisipan yg arogan bersikeras bahwa hasil mereka yg salah itu adalah jawaban paling benar.
Hasil studi ini pun dikuatkan oleh studi yang lain yg ditayangkan oleh Journal of Management yg menyatakan bahwa jumlah karyawan yg keluar masuk sangat rendah pada perusahaan yg dipimpin oleh seorang profesional yg rendah hati dan tak sombong.
Selain itu, perusahaan dengan pemimpin yg rendah hati menghasilkan kepuasan karyawan bekerja yg tinggi, performa bisnis menguat, dan solidaritas karyawan yg tinggi.
“Pemimpin yg arogan terlalu bodoh buat mengakui kesalahan mereka. Ini dinamakan Duning-Krueger Effect. Artinya, mereka merasa apa yg merek lakukan terus benar. Kenyataannya, mereka tak tahu bahwa apa yg mereka tahu itu sedikit dan tak penting,” urai Jessia Collet, seorang asisten profesor dari University of Notre Dame.
Source : female.kompas.com