ALEPPO, Militer Suriah menghentikan serangan di wilayah Aleppo, agar warga sipil yg terjebak di sana dapat langsung dievakuasi.
Keterangan ini disampaikan Kementerian Luar Negeri Rusia, Jumat WIB (9/12/2016), setelah memberikan masukan kepada pihak rezim Suriah, menyusul makin terdesaknya posisi pemberontak di kota itu.
Tak lama setelah pengumuman ini, kantor berita AFP, menyaksikan, serangan udara yg segala terdengar tanpa henti, akan mereda.
Namun tidak lama setelah itu, didengar kabar bahwa pasukan militer Suriah melanjutkan penggempuran cuma di beberapa distrik yg masih dikuasai pemberontak, yakni Kalasseh dan al-Maadi.
Lembaga pemantau buat hak asasi manusia di Suriah, juga melaporkan pecahnya kontak tembak secara sporadis di sejumlah titik di Aleppo, Kamis malam.
Akibatnya, setidaknya ada 18 warga sipil yg terbunuh sepanjang pertempuran antara di wilayah pemberontak akibat serangan bersenjata militer Suriah.
Situasi di lapangan tampak agak bertentangan dengan komentar Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov sebelumnya, setelah pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri AS John Kerry di Kota Hamburg.
"Saya bisa sampaikan bahwa per hari ini, serangan ke wilayah di timur Aleppo dihentikan," kata Lavrov.
"Sebab, ketika ini berlangsung operasi besar buat mengevakuasi warga yg terjebak di sana, sambung dia.
Di Washington, Jurubicara Gedung Putih Josh Earnest menyebut, pengumuman Lavrov itu mengindikasikan bahwa satu yg baik mulai terjadi.
Sementara, Duta Besar PBB buat Suriah, Staffan de Mistura, mengatakan, setelah Lavrov berbicara, maka berakhirnya perang yg sudah berlangsung selama enam tahun, sepertinya mulai langsung berakhir.
"Sekarang, adalah waktu buat melihat lebih serius tentang kemungkinan adanya diskusi politik tentang ini," kata dia usai meeting tertutup di Dewan Keamanan PBB.
Majelis Umum PBB, sebelumnya sudah menggelar voting buat mengegolkan draf resolusi bagi gencatan senjata dan pembukaan akses bantuan kemanusiaan di Aleppo.
Seorang pejabat senior Kementerian Luar Negeri mengatakan, Lavrov dan Kerry mencapai kesepakatan bagi melanjutkan perundingan tentang pembangunan upaya gencatan senjata di sana.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan apapun dari Damaskus.
Source : internasional.kompas.com