PERTH, - Seorang mahasiswa Indonesia yg sedang menjalani program doktoral di Perth, Australia Barat, mengalami nasib naas.
Pada Rabu (21/12/2016) malam waktu setempat, Irwansyah Jemi yg menuntut ilmu di Universitas Murdoch diserang sekelompok pria di dekat kediamannya di kawasan Kardinya.
Akibat serangan yg diduga bermotif perampokan itu, Jemi sempat dirawat di rumah sakit hingga Kamis (22/12/2012).
Malam itu, Jemi tengah berjalan pulang dari sebuah supermarket menuju rumahnya saat tiba-tiba ia didekati sekelompok pemuda.
Tak memiliki prasangka apapun dan bahkan sempat membalas sapaan si pelaku, Jemi begitu kaget saat ia tiba-tiba dipukul.
“Satu anak mendekati saya, dia menyapa ‘Hi mate’, aku jawab ‘Hi, how are you?’ sambil selalu berjalan seperti orang ketemu di jalan, ternyata dia memukul muka saya," kenang Jemi.
"Saya kaget, jadi agak terhuyung, dan selalu temannya ikut nendangin saya,” tutur pria yg sudah tinggal di Australia selama tiga tahun ini.
Kelompok anak muda ini, dikisahkan Jemi, berusaha merampok dan mencari dompetnya.
“Akhirnya mereka mengambil tas saya, padahal dompet aku taruh di saku belakang celana,” kenangnya.
“Saya teriak ‘help..help..help..’ karena ada mobil yg lewat, tetapi ternyata enggak berhenti. Mungkin karena panik takut ketahuan, anak-anak ini selalu lari ke dalam mobil. Seingat aku mereka ada 3-4 orang,” papar Jemi.
Ia kemudian berjalan tertatih-tatih menuju rumah dan mencari pertolongan.
“Awalnya, aku menghubungi teman-teman Indonesia, tetapi karena mata aku sakit dan berdarah-darah, dan penglihatan kabur karena habis dipukul, akhirnya aku minta tolong tetangga saya," kata dia.
"Dia akhirnya menelepon ambulans. Lalu aku dibawa ke rumah sakit,” lanjut mahasiswa bidang studi ekonomi politik ini.
Jemi mengatakan, polisi sudah memintainya informasi atas kejadian itu.
“Polisi telah tiba menemui saya. Ekspektasi saya, karena kejadiannya ada di lingkungan hunian dan ada kamera, polisi mampu mengeceknya,” kata Jemi, yg mata sebelah kirinya belum mampu melihat secara normal.
Sementara itu, kantor Konsulat Republik Indonesia di Perth sudah menerima laporan insiden yg menimpa Jemi.
Pihak KJRI juga mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kepolisan Australia Barat buat penanganan masalah ini.
“Masih terlalu dini bagi mengambil kesimpulan motifnya, karena polisi WA (Australia Barat) masih menyelidiki ini. Yang jelas, daerah itu sebenarnya daerah yg aman,” ujar Bramantya dari KJRI Perth kepada Australia Plus.
Hingga ketika ini , Jemi mengaku masih kaget dan tidak mengetahui motif penyerangan yg dialaminya. Ia merasa penyerangan itu memiliki motif yang lain di luar perampokan.
“Saya jadi bertanya-tanya, kenapa saya? Padahal mereka bawa mobil, kenapa menyerang aku yg berjalan kaki? Saya jadinya merasa ada sentimen rasial, tetapi itu cuma perasaan aku ya jadi belum terbukti,” tuturnya.
“Saya berharap masalah ini mampu terungkap dan pelakunya tertangkap,” imbuhnya.
Source : internasional.kompas.com