TEL AVIV, - Berbagai laporan menyebutkan parlemen Israel Knesset menangguhkan larangan mengenakan rok pendek buat para stafnya setelah dihujani protes.
Para karyawan mengatakan, Knesset baru-baru ini memperketat aturan terkait panjang rok yg boleh dikenakan, dahulu petugas keamanan melarang rekan-rekan mereka yg dianggap mengenakan rok terlalu pendek buat memasuki gedung.
Ketua parlemen Yuli Edelstein menyampaikan aturan itu muncul setelah banyaknya keluhan atas tudingan pakaian yg tak pantas.
Tim gabungan mulai mengkaji aturan itu dan menetapkan bagaimana peraturan yg semestinya mulai diterapkan di kemudian hari.
Kebijakan tersebut ditangguhkan setelah adanya ketegangan dalam meeting di parlemen, lapor surat kabar Israel Haaretz.
Tim mulai meneliti aturan yg diberlakukan bagi para anggota parlemen laki-laki dan perempuan serta para asisten mereka.
Pada Oktober lalu, direktur administrasi parlemen mengirimkan surat ke seluruh staf yg mengingatkan aturan berpakaian untuk seluruh orang.
Aturan itu melarang penggunaan kaus oblong atau t-shirt, celana pendek, sandal, dan gaun pendek atau rok, tapi tak menyebutkan secara khusus definisi rok pendek, sehingga menyebabkan persoalan interpretasi.
Para staf perempuan kemudian mengenakan rok dan gaun di atas lutut buat memprotes larangan itu pada Rabu (14/12/2016).
Beberapa orang mengatakan, petugas keamanan pria menyampaikan sudah mempermalukan mereka dengan memerintahkan buat membuka kancing mantel, sehingga mereka dapat melihat seberapa pendek rok yg mereka kenakan.
Salah seorang anggota parlemen, Manuel Trajtenberg, melepas kemejanya dan mengeluh dengan sarkastis bahwa para karyawan perempuan sebentar lagi 'harus menggunakan burka.'
Ketua parlemen Edelstein membela aturan kesopanan di lembaga legislatif itu. Ia menyampaikan bahwa aturan tersebut telah diterapkan selama bertahun-tahun, tapi baru diberlakukan dalam dua hari terakhir karena adanya berbagai keluhan.
Dalam pernyataan di radio ia menyampaikan bahwa Knesset tidaklah berubah menjadi, dalam kata-katanya sendiri "Iran-Taliban."
Source : internasional.kompas.com