Korban Banjir Bandang di Bima Mengeluh Belum Dapat Bantuan Layak

Korban Banjir Bandang di Bima Mengeluh Belum Dapat Bantuan Layak

BIMA, - Sebagian warga korban banjir bandang yg terjadi di Kota Bima, Rabu (21/12/2016), sampai ketika ini merasa belum mendapatkan bantuan layak dari pemerintah setempat.

Bantuan logistik seperti makanan bersiap saji dan air mineral ketika ini menjadi kebutuhan mendesak buat korban bencana banjir yg merendam 5 kecamatan dengan ketinggian hingga 3 meter di wilayah itu.

"Sampai ketika ini belum ada bantuan apa-apa dari kemarin," kata Rizal, warga Kelurahan Nae, Kecamatan Rasanae Barat, Sabtu (24/12/2016).

Menurut Rizal, ada ribuan warga yg rumahnya terendam banjir di kelurahan setempat. Mereka mengungsi di rumah warga yg berlantai dua, menyusul banjir luapan sungai.

Sementara Pemerintah melalui BPBD belum tiba buat memberikan bantuan tanggap darurat.

"Jangankan bantuan, petugas BPBD juga belum pernah nongol sejak kemarin. Yang ada cuma anggota TNI dan polisi yg tiba mengimbau masyarakat bagi tetap waspada. Mereka juga membawa bantuan ala kadarnya berupa nasi bungkus dan air mineral," tutur Rizal.

Ratu, warga lain, juga mengeluhkan hal yg sama. Pasalnya, hingga ketika ini bantuan layak yg diharapkan juga tak pernah dirasakan.

"Sejak kemarin tak ada bantuan sama sekali," kata Ratu.

Sementara itu, warga di kampung Nae, Ardi, mengeluhkan hal serupa. Ardi mengaku bahwa pasca-bencana yg melanda kota tepian air itu, hingga sampai ketika ini belum merasakan bantuan dari pemerintah setempat.

"Yang ada cuma bantuan dari Brimob Dompu dan warga luar Bima. Sedangkan bantuan dari pemerintah belum ada yg datang," kata Ardi.

Sebelumnya, kata dia, pemerintah mengimbau kepada warga agar mengambil logistik di pos pengaduan di kantor Pemerintah Kota dan di dua pos pengaduan yg ada di wilayah setempat.

Namun, karena kendaraan rusak dan hanyut terseret arus, membuat warga kesulitan mengambil bantuan.

"Dengan keadaan seperti ini sangat tak memungkinkan kalian mampu mengambil bantuan di pos pengaduan. Sepeda motor kalian rusak, bahkan ada yg hanyut. Harusnya pemerintah menyalurkan bantuan lewat RT, supaya gampang dijangkau," tutur Ardi.

(Baca juga: Banjir Rendam Bima, Warga Kembali Mengungsi)

Sementara itu, Kepala BPBD Kota Bima Syarafuddin tak menampik seandainya bantuan tanggap darurat belum disalurkan secara optimal kepada korban banjir.

"Bantuan memang belum dapat disalurkan ke rumah-rumah warga, karena datanya kalian belum mengetahui pasti berapa jumlah korban akibat banjir. Saat ini petugas sedang melakukan pendataan," kata Syarafuddin.

Ia mengaku tanggap darurat buat korban bencana telah disalurkan melalui pos pengaduan, yakni di Kantor Pemkot Bima, kantor kecamatan, dan kantor kelurahan.

"Warga dapat mengambil bantuan ke pos pengaduan. Kami juga telah meminta camat dan lurah bagi mengkoordinasi warga," ujar Syarafuddin.

Kompas TV Banjir Bandang Kembali Melanda Kota Bima




Source : regional.kompas.com