MEDELLIN, - Sebanyak 6 penumpang selamat dari tragedi kecelakaan pesawat yg mengangkut awak klub Brasil, Chapecoense. Mereka menjalani perawatan intensif dengan mengalami keadaan yg bervariasi.
Pesawat bernomor penerbangan LMI2933 yg dicarter Chapecoense mengalami kecelakaan tragis dalam perjalanan menuju Medellin, Kolombia, Selasa (29/11/2016) siang WIB.
Mereka lepas landas dari Santa Cruz, Bolivia, buat melakoni laga final pertama Copa Sudamericana lawan Atletico Nacional pada Rabu (30/11/2016).
Berdasarkan data awal penerbangan, pesawat macam British Aerospace (BAE) 146 yg nahas itu membawa total 81 penumpang.
Namun, empat orang di antaranya gagal berangkat karena terganjal perizinan, sehingga ada 77 penumpang yg ikut serta. Korban meninggal mencapai 71 orang.
Enam penumpang yg selamat mengalami cedera berat. Tiga dari mereka adalah pemain Chapecoense, yakni bek Alan Ruschel (27) dan Helio Zampier Neto (31), serta kiper Jackson Follmann (24).
Oficial: los sobrevivientes son
- Hélio Hermito Zampier Neto
- Jackson Follmann
- Alan Luciano Ruschel#FuerzaChapecoense #chapacoense pic.twitter.com/yKo5Y2dRqY
Ruschel harus menjalani operasi pada tulang belakang, sedangkan Neto mengalami cedera di tulang kepala, dada, dan paru-paru.
Salah sesuatu relawan penyelamat, Sergio Campuzano, menceritakan kata-kata pertama Ruschel saat dikeluarkan dari puing pesawat.
"Keluarga saya, teman saya, di mana mereka?" ucap Ruschel, seperti diceritakan Campuzano di Ovaciondigital.
Efek yg dialami Follmann paling akut karena kaki kanannya harus diamputasi. Akibatnya, kiper pelapis Chapecoense itu harus pensiun dini.
Baca Juga:
Icardi Lebih Vital daripada Messi dan Ronaldo Rekor Laga dengan Lebih dari 12 Gol pada Kompetisi Antarklub Eropa Tanpa Coutinho, Liverpool Lebih Sering MenangAdapun kisah selamatnya Neto mampu dibilang keajaiban karena dia ditemukan relawan di balik reruntuhan badan pesawat saat mereka mengira tidak mulai ada lagi korban yg sintas.
Tiga penumpang yang lain yg selamat adalah jurnalis Rafael Henzel serta kru pesawat, Ximena Suarez dan Erwin Tumiri, yang berasal Bolivia.
Tumiri mengisahkan dirinya luput dari maut karena mengikuti instruksi keselamatan dalam kondisi genting.
"Banyak orang berdiri dan berteriak ketika pesawat tak stabil. Saya meletakkan koper di antara kaki dan berada dalam posisi aman yg dianjurkan," ujar sang teknisi, seperti dilansir BBC.
Source : bola.kompas.com