Cyanogen, OS "Oprekan" Pesaing Android Berhenti Akhir 2016

Cyanogen, OS "Oprekan" Pesaing Android Berhenti Akhir 2016

- Cyanogen, startup yg biasa mengoprek sistem operasi Android buatan Google agar lebih kencang dan sempurna, mengumumkan menghentikan operasinya pada akhir Desember 2016. Pengumuman ini menyusul rumor yg sebelumnya sudah beredar.

Pengumuman penghentian operasi Cyanogen dimuat di blog resmi perusahaan, Jumat (23/12/2016) lalu. Menurut Cyanogen, seperti dikutip KompasTekno, Minggu (25/12/2016), sistem operasi Android yg diracik oleh Cyanogen dan seluruh layanan perusahaannya bakal dihentikan pada Sabtu (31/12/2016) mendatang.

Meski menghentikan segala aktivitasnya, namun source code Cyanogen OS mulai tetap tersedia dan proyek open source-nya tetap berjalan dan dapat dimanfaatkan oleh para developer yg tetap ingin membangun CyanogenMods buat kebutuhan personal.

Bagaimana nasib pengguna Cyanogen?

Lantas, bagaimana nasib pemilik smartphone yg menjalankan sistem operasi racikan Cyanogen? Keputusan penghentian operasi ini diharapkan tak sampai mengganggu smartphone ber-OS Cyanogen, seperti OnePlus One, Smartfren Andromax Q, dan Lenovo Zuk Z1. Namun semuanya masih belum jelas hingga awal tahun 2017 nanti.

Pemilik smartphone dengan OS Cyanogen kini direkomendasikan bagi akan belajar dan beralih ke CyanogenMod ROM, yg yaitu produk non-komersil Cyanogen dan dikembangkan oleh komunitas pimpinan mantan co-founder Cyanogen, Steve Klondik.

Namun, berbeda dengan Cyanogen OS yg setiap rilisnya dijamain stabil, CyanogenMod OS lebih bergantung kepada kontribusi komunitas, dan setiap rilis terbarunya belum tentu stabil.

Baca: Menjajal Android “Cyanogen” Lenovo Zuk Z1

Kubu CyanogenMod sendiri setelah mengetahui rencana Cyanogen OS mulai menghentikan operasinya, menyampaikan bahwa walau infrastruktur di balik CyanogenMod dihentikan, namun mereka mulai tetap melangsungkan hidup sistem operasi tersebut. Untuk tujuan itu, mereka membuat proyek yg diberi nama Lineage.

Menurut tim CyanogenMod, Lineage mulai kembali bergantung ke komunitas akar rumput dan menjamin mulai membuat sistem operasi Android oprekan dengan kualitas yg profesional dan mampu diandalkan.

Sulit diadopsi

Software bikinan Cyanogen sendiri memang sulit mendapat perhatian dari vendor smartphone, meskipun menawarkan kinerja yg lebih baik. Pasalnya, seandainya mereka ingin memasang OS Cyanogen di ponsel Android buatannya, maka vendor harus menanggalkan layanan Google sepenuhnya dan memakai aplikasi alternatif yg disediakan Cyanogen.

OnePlus yg lalu menjadi rekanan terbesar Cyanogen juga menetapkan buat menghentikan kerja samaantara keduanya. Belakangan, OnePlus memilih membangun OS Android sendiri, yakni Oxygen OS.

Oik Yusuf/ Model memperlihatkan ponsel 4G LTE pertama Smartfren yg menjalankan custom ROM Cyanogen 12 berbasis sistem operasi Android 5.0 Lollipop di Jakarta, Selasa (9/6/2015).

Di Indonesia, Cyanogen sempat bekerja sama dengan operator Smartfren menghadirkan smartphone Andromax Q. Smartphone pertama Smartfren dengan OS Cyanogen itu dirilis pada Juni 2015 lalu.

Baca: Smartfren Luncurkan Ponsel 4G LTE Cyanogen Rp 1 Jutaan

Cyanogen sendiri sudah berusaha mengubah gaya jualan OS-nya itu dengan tak lagi mem-bundling aplikasi yang lain yg direkomendasikan. Produsen smartphone Android tetap mampu memakai OS Cyanogen sembari tetap memakai aplikasi wajib Google. Namun nampaknya strategi ini juga tak berhasil.


Source : tekno.kompas.com