- Belum lama ini, beredar foto unggahan salah sesuatu selebriti di Amerika Serikat, Hillary Duff bersama anaknya yg menuai kritik di media sosialnya.
Foto tersebut memamerkan Duff dengan anaknya sedang berciuman.
Tak pelak, unggahan dalam akun terverifikasi Duff it malah menjadi ajang hujatan dari sejumlah netizen.
Komentar-komentar ini pun tampaknya membuat dirinya geram.
Sebenarnya, apakah ibu mencium anak yg masih kecil di bibir itu normal dan lazim?
Seorang psikolog Indonesia, Nana Gerhana, M.Psi., menanggapi isu tersebut dengan uraian penjelasan.
“Mencium area bibir menjadi perdebatan karena budaya. Budaya setiap bangsa berbeda sehingga tentu saja berbeda sudut pandangnya,” tulis Nana dalam pesan singkatnya kepada Kompas.com, dua waktu lalu.
Dia melanjutkan, secara umum buat budaya timur sendiri, ibu dan anak bisa berciuman bibir cuma saat anak berada di usia nol hingga beberapa tahun.
“Ketika anak akan besar dan telah akan mengerti banyak hal, batasi ciuman apalagi sampai di post di media sosial,” ujarnya.
Lalu, Nana menjelaskan, ciuman sendiri adalah bentuk kasih sayang dan kedekatan sosok orangtua dengan anak.
Jika Anda telah tak dapat lagi buat mencium bibir, maka Nana menyarankan, Anda mampu menggantinya dengan mencium anak di area pipi atau kening, sehingga makna kasih sayang dan kedekatan tetap terjalin.
“Ciuman di daerah bibir kadang dikaitkan dengan area sensual, sebaiknya orangtua bijak bagi mempertimbangkannya,” imbuhnya.
Lalu, saat anak yg beranjak remaja dan telah enggan bagi dicium, sebaiknya orangtua memahami hal ini.
Bentuk kasih sayang lainnya yg dapat dikerjakan adalah dengan dekapan dan pelukan hangat.
Source : female.kompas.com