BANDAR LAMPUNG, - Untuk mengenalkan toleransi sejak dini kepada siswa sekolah dasar, aktivis literasi mengajak anak menulis surat kepada presiden bersama sinterklas.
Sebanyak 200-an anak berkumpul di Lapangan SDN 1 Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan. Banyak harapan yg disampaikan siswa sekolah dasar tersebut. Di antaranya meminta presiden tiba ke Lampung dan bertemu dengan anak-anak.
Aktivis literasi, Nury Sybli mengatakan, anak-anak bercerita tentang kampungnya, Lampung, yg damai, kaya potensi alam dan hidup rukun baik di rumah maupun sekolah.
“Pesan damai dari perspektif anak-anak ini dituliskan ke dalam surat buat melatih mereka bahwa apa yg mereka rasakan, apa yg mereka lihat adalah sesungguhnya pesan yg dapat ditiru juga dirasakan oleh anak-anak Indonesia lainnya,” kata Nury Sybli, Jumat (23/12/2016).
Melalui kegiatan menulis surat bagi presiden ini, pihaknya juga mendidik anak tentang toleransi. Di tengah kegiatan menulis dihadirkan seorang guru yg mengenakan kostum sinterklas.
“Ada banyak cara sederhana yg mampu kalian lakukan bagi memupuk semangat menghargai perbedaan pada anak-anak, seperti melihat banyaknya keragaman bahasa, warna-warni pakaian daerah, bervariasinya makanan sampai cara beribadah,” papar Nury.
Kegiatan menulis surat bagi presiden ini diharapkan menjadi pengalaman yg bernilai dan menjadi tradisi untuk anak-anak dalam menulis dengan tangan.
“Menulis selain mengasah kinerja otak, juga bisa menolong anak-anak menjadi kreatif. Kami mengandalkan guru dan orangtua bagi mampu menolong melestarikan menulis dengan tangan,” ujarnya lagi.
Lebih lanjut ia menyampaikan kegiatan ini adalah kepedulian PT Standardpen Industries terhadap dunia pendidikan. Perusahaan ini membagikan sesuatu juta pulpen buat anak Indonesia dengan menjangkau kota-kota seperti Lampung, Medan, Purbalingga, Pati, Yogyakarta, Madura, Pulau Bawean (Jawa Timur), Serang, Pandeglang Banten, Jakarta dan Jawa Barat.
Source : regional.kompas.com