WASHINGTON DC, - Sekelompok "elector" yg mulai minggu depan mulai meratifikasi hasil pemilihan presiden AS menyerukan sebuah sidang terkait tudingan intervensi Rusia dalam kemenangan Donald Trump.
Dengan dukungan penasihat penting Hillary Clinton, John Podesta, kesepuluh elector itu, sembilan di antaranya dari Partai Demokrat, ingin memahami seberapa kuat isu soal Rusia ini.
Sidang yg mulai digelar pada Senin (13/11/2016) waktu AS itu mulai menentukan hasil akhir pilpres AS ketika ke-538 orang anggota Electoral College itu bertemu 19 Desember mendatang.
"Kami meminta adanya sebuah pemaparan seluruh temuan investigasi, karena persoalan ini berpengaruh terkait kelayakan Donald Trump layak menjadi presiden Amerika Serikat," demikian surat para anggota electoral college kepada Direktur Badan Intelijen Nasional, James Clapper.
Permintaan ini muncul setelah akhir minggu dulu media di Amerika Serikat diramaikan kabar bahwa CIA menyimpulkan Rusia melakukan peretasan terhadap ribuan surat elektronik tim pemenangan Hillary Clinton.
Hasil peretasan itu kemudian disetorkan kepada Wikileaks yg memublikasikannya dua bulan menjelang pemilihan presiden AS.
Trump menyebut kesimpulan yg diambil CIA itu "konyol", tapi sejumlah anggota senior Kongres menganggap hal ini sangat serius dan berniat menggelar investigasi.
Podesta, yg surat-surat elektroniknya menjadi bagian dari data yg diretas dan dibocorkan ke publik, mengatakan, surat para elector itu memamerkan adanya persoalan besar dalam hal kemanan nasional AS.
Seusai konstitusi AS, hasil electoral college adalah yg menentukan kemenangan seorang kandidat dalam pemilihan presiden, bukan berdasarkan suara terbanyak.
Setiap negara bagian di AS memiliki jumlah elector yg berbeda terkait dengan jumlah penduduk negara bagian tersebut.
Dalam hasil pemilihan presiden 8 November lalu, meskipun mendapatkan suara pemilih jauh lebih banyak dibanding Trump, Hillary Clinton dinyatakan kalah.
Dia cuma mendapatkan 232 electoral votes dibanding Trump yg sanggup meraup 306 electoral votes.
Source : internasional.kompas.com